Bahaya, Jakarta Diintai Bahaya Iklim

Posted on Updated on


iklimDataran rendah dan kota-kota pesisir yang miskin di Asia seperti Dhaka, Manila dan Jakarta, sangat rentan terhadap kerusakan dari perubahan iklim global, kelompok lingkungan WWF memperingatkan.

Konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca harus dikurangi di kota megapolitan yang memicu pemanasan global. Dan itu mempengaruhi segala sesuatunya, mulai dari keamanan hingga kesehatan dan ketersediaan air.

“Perubahan iklim sudah menghancurkan kota-kota berkembang di Asia dan bahkan akan menjadi lebih brutal di masa mendatang,” kata Kim Carstensen, kepala inisiatif iklim Global WWF.

Kota-kota yang lebih makmur seperti Shanghai, Hong Kong, Kuala Lumpur dan Singapura juga menghadapi berbagai risiko dari perubahan iklim, seperti kenaikan permukaan laut, hujan berlebihan, banjir dan gelombang panas.

“Asia memiliki penduduk yang paling padat, serta benua yang paling rentan terhadap risiko dampak iklim dan kapasitas adaptif yang relatif rendah,” kata laporan itu.

“Sayangnya, tingkat perubahan iklim tidak sepenuhnya disadari,” katanya, seraya menambahkan bahwa temperatur di Asia telah naik satu hingga tiga derajat Celcius dalam 100 tahun terakhir.

WWF mengatakan bahwa dari skala kerentanan, Dhaka memiliki skala 9, sementara Manila dan Jakarta masing-masing delapan.

Negara-negara miskin Asia sangat membutuhkan uang, teknologi dan pelatihan dukungan dari negara-negara industri untuk menyelamatkan nyawa, melindungi aset nasional dan melestarikan kontribusi ekonomi kota, WWF mengatakan.

Lanjutan dari konferensi perubahan iklim yang membahas hal ini akan berlangsung di Copenhagen pada tanggal 7 Desember mendatang.

inilah.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s